Authorized Distributor & Dealer Resmi
Senin–Jumat, 09.00–17.00 WIB
-
Phone: 0813-9009-8989
-
Email: sales@morojayateknik.com
Cara Menentukan Kapasitas Dosing Pump, Lengkap dengan Contoh Hitungan
- Moro Jaya
- 18/09/2026
Dosing pump yang terlalu kecil tidak mampu mencapai dosis yang dibutuhkan. Yang terlalu besar bekerja di ujung bawah rentangnya, sehingga takarannya kurang stabil. Kapasitas yang tepat bisa dihitung dari empat data sederhana.
Data yang perlu disiapkan
- Debit air yang diolah (Q) dalam m³/jam.
- Dosis target (D) dalam mg/L atau ppm, dari hasil jar test, rekomendasi pemasok bahan kimia, atau standar proses.
- Konsentrasi larutan kimia (C) dalam persen, setelah pengenceran di tangki.
- Massa jenis larutan (ρ) dalam kg/L. Larutan encer mendekati 1,0, larutan pekat bisa lebih tinggi.
Rumus kapasitas
Kapasitas (L/jam) = (D × Q) ÷ (10 × C × ρ)
D dalam mg/L, Q dalam m³/jam, C dalam persen, dan ρ dalam kg/L. Angka 10 berasal dari konversi satuan: D × Q menghasilkan gram bahan aktif per jam, sedangkan setiap liter larutan berkonsentrasi C% mengandung 10 × C × ρ gram bahan aktif.
Contoh hitungan
Sebuah sistem air bersih mengolah 25 m³/jam dan membutuhkan klorin 2 ppm. Bahan kimia yang dipakai adalah larutan natrium hipoklorit dengan kandungan klorin aktif 10% dan massa jenis sekitar 1,15 kg/L.
Kapasitas = (2 × 25) ÷ (10 × 10 × 1,15) = 50 ÷ 115 ≈ 0,43 L/jam.
Pilih pompa dengan cadangan kapasitas
Jangan memilih pompa yang kapasitas maksimumnya pas dengan hasil hitungan. Kebutuhan bisa naik saat debit bertambah atau kualitas air baku memburuk. Sebagai pegangan praktis, pilih pompa yang kebutuhan normalnya jatuh di sekitar sepertiga sampai dua pertiga kapasitas maksimum.
Untuk contoh di atas, pompa berkapasitas 1 L/jam akan bekerja di sekitar 43% kapasitasnya, misalnya Createc E0701 1 LPH. Bila debit direncanakan naik dua kali lipat, Createc E0702 2 LPH memberi ruang lebih.
Jangan lupa tekanan
Dosing pump harus mampu melawan tekanan pipa di titik injeksi. Bila bahan kimia disuntikkan ke pipa bertekanan 4 bar, pilih pompa dengan tekanan maksimum yang jelas di atasnya, dan beri selisih untuk kerugian di selang serta katup injeksi. Seri Createc yang tersedia memiliki pilihan 1,5 sampai 7 bar, sedangkan SEKO AML 200 bekerja pada 2 sampai 8 bar.
Sebaliknya, bila titik injeksi bertekanan sangat rendah atau berupa tangki terbuka, pasang katup penahan tekanan (back pressure valve) agar takaran tidak berlebih akibat efek sifon.
Cocokkan material dengan bahan kimia
Bagian yang basah, yaitu kepala pompa, diafragma, seal, dan katup, harus tahan terhadap bahan kimia yang dipompa. Klorin, asam, basa kuat, dan polimer masing-masing membutuhkan kombinasi material yang berbeda. Periksa tabel kompatibilitas bahan dari pabrikan sebelum memesan.
Solenoid, digital, atau proporsional?
- Solenoid: ringkas dan hemat, cocok untuk kapasitas kecil sampai menengah. Contohnya seri Createc, SEKO AML, dan Tacmina PZ-30.
- Digital: takaran lebih halus dan mudah dikendalikan dari sinyal flow meter atau analyzer, misalnya seri Grundfos DDA dan DDE di kategori pompa diafragma.
- Proporsional tanpa listrik: digerakkan oleh aliran air itu sendiri, sehingga takaran otomatis mengikuti debit. Contohnya Dosatron D25 untuk mencampur pupuk atau obat 0,2 sampai 2 persen.
Ringkasan langkah
- Tentukan debit, dosis, konsentrasi larutan, dan massa jenis.
- Hitung kapasitas dengan rumus (D × Q) ÷ (10 × C × ρ).
- Pilih pompa yang kebutuhan normalnya sekitar sepertiga sampai dua pertiga kapasitas maksimum.
- Pastikan tekanan maksimum pompa di atas tekanan titik injeksi.
- Cocokkan material bagian basah dengan bahan kimia.
Pilihan lengkap ada di kategori dosing pump. Untuk memindahkan bahan kimia berdebit besar, lihat kategori pompa kimia.
Bacaan Lainnya
Artikel Terkait
Moro Jaya
20/09/26
Butuh Penawaran Harga Terbaik?
Tim sales kami siap membantu Anda mendapatkan produk original dengan harga kompetitif dan pengiriman cepat ke seluruh Indonesia.
