Authorized Distributor & Dealer Resmi
Senin–Jumat, 09.00–17.00 WIB
-
Phone: 0813-9009-8989
-
Email: sales@morojayateknik.com
Cara Regenerasi Resin Softener: Langkah, Takaran Garam, dan Jadwalnya
- Moro Jaya
- 19/09/2026
Resin softener menurunkan kesadahan air dengan menukar ion kalsium dan magnesium dengan ion natrium. Lama-kelamaan resin jenuh dan air yang keluar kembali sadah. Regenerasi dengan larutan garam mengembalikan kemampuan tukar resin, sehingga resin bisa dipakai bertahun-tahun.
Tanda resin perlu diregenerasi
- Hasil uji kesadahan air keluaran naik. Cara termudah memakai test kit kesadahan (titrasi EDTA).
- Muncul kerak putih di pemanas air, ketel, dan kepala shower.
- Sabun sulit berbusa.
- Volume air yang sudah diolah melewati kapasitas satu siklus hasil hitungan.
Menghitung kapan harus regenerasi
Volume air per siklus (m³) = kapasitas tukar resin (g CaCO3/L) × volume resin (L) ÷ kesadahan air baku (mg/L CaCO3)
Contoh: tabung berisi 25 liter resin dengan kapasitas tukar 50 g CaCO3/L mampu menahan 1.250 g kesadahan. Bila kesadahan air baku 250 mg/L, volume air per siklus sekitar 1.250 ÷ 250 = 5 m³. Beri cadangan, misalnya regenerasi setelah 4 m³, agar kesadahan tidak sempat lolos. Kapasitas tukar sebenarnya tergantung jenis resin dan takaran garam, jadi lihat datasheet resin yang dipakai.
Langkah regenerasi
Softener dengan valve otomatis menjalankan langkah ini sendiri berdasarkan jadwal atau volume. Pada valve manual, langkahnya dijalankan berurutan:
- Backwash: air dialirkan dari bawah ke atas untuk mengembangkan lapisan resin dan membuang kotoran yang tertahan, biasanya sekitar 10 menit sampai air buangan jernih.
- Brine draw: larutan garam dari tangki brine ditarik perlahan melewati resin. Ion kalsium dan magnesium dilepas dan diganti ion natrium.
- Slow rinse: air mendorong sisa larutan garam secara perlahan agar reaksi tuntas.
- Fast rinse: bilasan cepat dari atas untuk memadatkan kembali resin dan membuang rasa asin. Lanjutkan sampai air keluaran tidak asin.
- Brine refill: tangki garam diisi air kembali untuk siklus berikutnya.
Takaran garam
Dalam praktik, takaran garam softener berkisar sekitar 80 sampai 160 gram per liter resin. Takaran lebih tinggi menambah kapasitas tukar, tetapi kenaikannya makin kecil dan garam jadi boros. Untuk 25 liter resin, takaran 120 g/L berarti sekitar 3 kg garam per regenerasi.
Gunakan garam khusus softener yang bersih, dalam bentuk tablet atau butiran. Garam kotor dapat meninggalkan endapan di tangki brine dan menyumbat injektor.
Kesalahan yang sering terjadi
- Tangki brine kosong atau garam menggumpal membentuk kerak (salt bridge), sehingga regenerasi berjalan tanpa garam.
- Injektor tersumbat, sehingga larutan garam tidak terhisap. Bersihkan saringan injektor secara berkala.
- Backwash terlalu kencang, sehingga butiran resin ikut terbuang ke saluran.
- Air baku mengandung besi atau klorin tinggi. Besi melapisi butiran resin dan klorin merusak strukturnya. Pasang filter besi atau karbon aktif sebelum softener.
Resin demineralisasi berbeda
Resin kation dan anion pada sistem demin tidak diregenerasi dengan garam. Resin kation diregenerasi dengan asam dan resin anion dengan soda kaustik, sehingga membutuhkan peralatan tahan kimia dan prosedur K3 yang ketat. Untuk skala kecil, cartridge resin 10 inci umumnya lebih praktis diisi ulang dengan resin baru daripada diregenerasi sendiri.
Kapan resin harus diganti
Bila kapasitas tetap rendah setelah regenerasi yang benar, resin kemungkinan sudah rusak atau terkontaminasi. Umur pakainya sangat bergantung pada kualitas air baku dan perawatan. Resin pengganti tersedia di kategori resin kation anion dan media filter, termasuk resin softener Trilite KH-80 dan kemasan repack 500 gram. Untuk valve softener otomatis, lihat Autotrol 263-740.
Bacaan Lainnya
Artikel Terkait
Moro Jaya
20/09/26
Butuh Penawaran Harga Terbaik?
Tim sales kami siap membantu Anda mendapatkan produk original dengan harga kompetitif dan pengiriman cepat ke seluruh Indonesia.
