Gas detector dipakai untuk mendeteksi kebocoran gas beracun dan gas mudah terbakar di pabrik, IPAL, gudang bahan kimia, ruang boiler, dan area tambang. Pilihannya terbagi tiga: gas detector portable untuk inspeksi keliling (single gas BH-90A, 4 in 1 BH-4S dan K40), fixed gas detector explosion proof yang dipasang permanen (BH-60, K-G60, GT-K90), serta controller gas detector 2–32 channel untuk memantau banyak titik sekaligus.
Gas yang tercakup antara lain H2S, CO, O2, CO2, NH3 (amonia), CH4 (metana), klorin, SO2, NO2, HCl, HCN, dan ozon. Pilih sensor sesuai gas yang ada di area kerja dan rentang ppm yang dibutuhkan. Tersedia merek Bosean dan Wintact. Alat ukur lain untuk inspeksi ada di kategori Instrumentasi & Alat Ukur.
Pertanyaan umum
Apa beda gas detector portable dan fixed?
Gas detector portable dibawa atau dijepit di pakaian pekerja untuk inspeksi keliling dan perlindungan pribadi. Fixed gas detector dipasang permanen di titik rawan bocor, bekerja 24 jam, dan dihubungkan ke controller untuk menyalakan alarm atau pengendalian otomatis.
Di ketinggian berapa fixed gas detector dipasang?
Tergantung berat jenis gas terhadap udara. Gas yang lebih ringan seperti metana dan amonia dideteksi dekat plafon, gas yang lebih berat seperti LPG dan klorin dekat lantai, sedangkan CO setinggi zona napas pekerja.
Apakah gas detector perlu dikalibrasi?
Ya. Sensor mengalami penurunan sensitivitas seiring waktu. Uji dengan gas kalibrasi secara berkala sesuai rekomendasi pabrikan, dan ganti sensor bila responsnya tidak lagi memenuhi.