Perbedaan Pompa Sewage dan Drainage, Jangan Sampai Salah Pilih

Showfou FOT - jual pompa industri Jakarta, Moro Jaya Teknik

Pompa sewage dan pompa drainage sama-sama pompa celup yang bekerja di dalam bak atau sumur pompa. Bentuknya mirip, tetapi cairan yang sanggup ditangani berbeda jauh. Salah pilih biasanya baru ketahuan setelah pompa tersumbat, motor panas, lalu terbakar.

Pompa drainage: untuk air yang relatif bersih

Pompa drainage dirancang untuk air hujan, rembesan basement, genangan banjir, dan air bekas cucian yang hanya membawa partikel kecil seperti pasir halus. Celah impellernya lebih sempit sehingga efisien untuk ukuran motornya.

Contoh penggunaannya: menguras kolam, mengeringkan basement parkir, mengosongkan bak penampung air hujan, dan menguras genangan banjir. Pilihan di kategori drainage pump antara lain Showfou SF, SC berbahan besi cor, serta seri GF berbahan plastik untuk pemakaian ringan.

Pompa sewage: untuk air limbah berpadatan

Pompa sewage menangani air kotor yang membawa tinja, serat, tisu, sisa makanan, dan padatan lunak lainnya. Perbedaan utamanya ada pada impeller:

  • Vortex: impeller berada di belakang rumah pompa sehingga padatan ikut berputar tanpa menabrak sudu. Sangat tahan sumbat, tetapi efisiensinya lebih rendah.
  • Non-clog (channel): saluran impeller lebar sehingga padatan besar bisa lewat dengan efisiensi yang lebih baik.
  • Cutter atau grinder: pisau mencacah serat dan kain sebelum masuk impeller. Grinder menghasilkan bubur halus yang bisa dialirkan lewat pipa kecil bertekanan.

Spesifikasi terpenting adalah solid passage, yaitu diameter padatan terbesar dalam milimeter yang bisa lolos tanpa menyumbat. Pilihan tersedia di kategori sewage pump, termasuk Showfou FO-T non-clog, serta di kategori pompa cutter dan grinder.

Tabel perbandingan

Aspek Pompa drainage Pompa sewage
Cairan Air hujan, rembesan, air bekas cucian Air limbah domestik dan industri berpadatan
Padatan Partikel kecil Padatan lunak berukuran besar dan serat
Impeller Celah sempit, mengutamakan efisiensi Vortex, non-clog, cutter, atau grinder
Bila salah pakai Tersumbat saat dipakai untuk limbah Boros daya saat dipakai untuk air bersih
Contoh lokasi Basement, kolam, genangan Septic tank, IPAL, dapur restoran, gedung

Bagaimana dengan pompa dewatering?

Pompa dewatering adalah kerabat pompa drainage yang dibuat untuk kondisi berat: air berpasir dan berlumpur di proyek konstruksi, tambang, dan galian. Materialnya lebih tahan abrasi dan motornya dirancang untuk bekerja lama. Pilihannya ada di kategori pompa dewatering.

Lima pertanyaan sebelum memilih

  1. Apa isi cairannya? Bila ada tinja, serat, atau sisa makanan, pilih sewage. Bila hanya air dan pasir halus, drainage cukup.
  2. Berapa ukuran padatan terbesar? Cocokkan dengan solid passage pompa.
  3. Berapa debit dan head? Head dihitung dari muka air terendah di bak sampai titik buang tertinggi, ditambah kerugian gesek di pipa.
  4. Otomatis atau manual? Pompa dengan pelampung menyala dan mati mengikuti muka air. Pastikan bak cukup lebar agar pelampung bergerak bebas.
  5. Listrik 1 fase atau 3 fase? Pompa limbah berdaya besar umumnya memakai 380V 3 fase.

Untuk bak pompa yang dalam dan perlu sering dirawat, pertimbangkan pompa dengan auto guide rail seperti Showfou STO, sehingga pompa dapat diangkat tanpa membongkar pipa.

Kesimpulan

Pompa drainage untuk air, pompa sewage untuk limbah. Bila ragu, periksa isi bak secara langsung dan ukur padatan terbesarnya. Semua pilihan pompa celup untuk air kotor ada di kategori pompa air limbah.

Bacaan Lainnya

Artikel Terkait

Head pompa menentukan seberapa tinggi dan seberapa jauh pompa mampu mengalirkan air. Berikut cara menghitungnya, lengkap dengan contoh.

Moro Jaya

20/09/26

Butuh Penawaran Harga Terbaik?

Tim sales kami siap membantu Anda mendapatkan produk original dengan harga kompetitif dan pengiriman cepat ke seluruh Indonesia.

Request for Quotation (RFQ)

Isi formulir di bawah dan tim sales kami akan mengirimkan penawaran harga dalam 1×24 jam kerja.

Chat WhatsApp